suryakata.id

Sukmariah Mencerahkan Masyarakat Desa Lewat Koperasi

Salah satu kisah yang dapat menginspirasi banyak orang adalah kisah inspiratif Sukmariah dalam memberdayakan masyarakat Desa Munjul, Tangerang lewat koperasi. Masih banyak masalah kemiskinan dan pengangguran yang di Desa Munjul, Tangerang, dan rasa miris yang dirasakan oleh Sukmariah atas kondisi tersebut melecut semangatnya untuk melakukan sesuatu yang bisa dia usahakan untuk warga masyarakat di desa tersebut. Berangkat dari rasa prihatin, Sukmariah bercita-cita untuk mengurangi masalah yang terjadi di desanya tersebut dan dengan menggunakan modal awal sebesar Rp 5.000.000,00, dirinya mencoba untuk mengelola uang tersebut dengan tujuan untuk membantu warga desa yang membutuhkan.

Sukmariah dan aksi pemberdayaan masyarakat

Berawal dari Keresahan Masyarakat

Kisah inspiratif Sukmariah berawal ketika dirinya mendapat curhat dari warga desa yang saat itu sedang kekurangan modal dan tentu saja, hati Sukmariah tergerak. Mendengar curhat tersebut, dirinya kemudian meminjamkan uang pribadinya kepada warga tesebut akan tetapi, seiring berjalannya waktu, lama kelamaan semakin banyak warga yang meminjam sehingga tidak ter-cover. Kemudian, pada bulan Maret 2010, Sukmariah dipertemukan dengan program yang dijalankan oleh Kelompok Usaha Bersama dari Kementrian Sosial. Program tersebut merupakan program yang memiliki tujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dan cara yang digunakan dalam menjalankan program tersebut yaitu memberikan modal usaha lewat program bantuan langsung pemberdayaan sosial.

Sukmariah merasa bahwa untuk membuka sebuah usaha, diperlukan adanya modal, dan dengan adanya dana bantuan tersebut, dirinya akhirnya mendirikan sebuah koperasi yang beroperasi sebagai koperasi simpan pinjam dan binaan yang bernama BMT Mitra Mandiri Sejahtera. Koperasi yang didirikan oleh Sukmariah tersebut tidak hanya memberi pinjaman modal kepada warga masyarakat yang membutuhkan modal tapi juga memberikan pembekalan ilmu keterampilan seperti keterampilan menjahit dan membuat sepatu. Sukmariah, yang notabene adalah pemenang Danamon Award 2013, mengatakan bahwa dirinya memutar uang yang ada di koperasi dan jika uang yang ada tidak mencukupi, dirinya akan membantu warga untuk ke bank dan membantu persyaratan peminjaman uang di bank.

Koperasi Menjadi Solusi

Koperasi simpan pinjam yang didirikan oleh Sukmariah tersebut telah mendatangkan manfaat bagi 100 pengusaha kecil, 30 penjahit konveksi, 190 fakir miskin, 13 anak terlantar, dan 20 ibu-ibu yang telah diberikan pelatihan menjahit secara cuma-cuma. Omzet anggota koperasi diperkirakan mencapai angka Rp 500 juta rupiah per bulan sementara omzet koperasi sendiri mencapai angka sebesar Rp 187 juta per tiga bulan dan angka tersebut tidak diragukan lagi merupakan jumlah yang terbilang sangat besar. Omzet yang besar tersebut juga diimbangi dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar tempat tinggal Sukmariah. Kisah inspiratif Sukmariah tak diragukan lagi merupakan sebuah kisah inspiratif yang patut diteladani oleh mereka yang memiliki keingingan untuk memajukan suatu desa atau daerah.

rahmatridham

Rahmat Ridha Mustakim, Grow up with buginese and makassarese culture within. Born in Makassar City, South Sulawesi. Youthfull in Bandung, West Java. A particulary boy with a huge ambition to through dream and improve the world using innovation Technologies approach with Learning, Giving, and Sharing

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed