Berbagi Inspirasi, Mencerahkan Peradaban

Stephanie Kurlow, Penari Balet Berhijab Pertama dari Australia

Menggapai sebuah mimpi besar tidak pernah mudah. Proses panjang dan penuh rintangan mungkin dirasakan oleh mereka yang setia mengejar mimpi, tidak terkecuali bagi Stephanie Kurlow.

Nama Stephanie Kurlow tiba-tiba menjadi viral lantaran mimpinya. Remaja 15 tahun asal Sydney itu ingin tampil sebagai penari balet pertama yang mengenakan hijab, bukan hanya di Australia namun dunia.

Balerina sejak usia 2 tahun

Stephanie sangat menyukai tari balet sejak usia 2 tahun. Namun ketika ia dan keluarganya memeluk Islam dan memutuskan untuk berhijab di 2010, dia sempat berhenti menjadi penari. Tiga tahun vakum, barulah gadis keturunan Australia dan Rusia ini berkomitmen bila hijab harusnya tak jadi halangan mewujudkan cita-citanya menjadi penari balet profesional.

Beberapa waktu lalu, Wolipop berkesempatan berbincang dengan gadis yang tengah mengejar mimpinya itu. Dalam suasana hangat di Kota Melbourne, Australia, Stephanie mengungkap kisah, dukungan hingga tantangan yang membuatnya berdiri sekarang ini.

“Ketika aku berhenti balet selama tiga tahun aku melihat Zahra Lari, dia adalah wanita berhijab pertama yang menjadi ice skater profesional. Itu seperti hal pertama yang terdekat dengan menari. Aku sangat terinspirasi olehnya dan mulai melakukan balet lagi, sekarang aku melakukan balet secara penuh, 25 jam dalam satu minggu,” paparnya kepada Wolipop di tengah acara Wardah Fashion Journey, di The Botanical, Minggu (19/3/2017).

Baginya tantangan terbesar dari melakukan balet dengan hijab bukanlah ruang gerak yang terbatas karena penutup kepala. Komentar negatif dari orang-orang yang mem-bully ia di media sosial adalah halangan terbesar yang ia rasakan.

“Kostum balet bisa diubah sesuai keinginan, yang terberat adalah ketika aku memakai hijab di usia 11 tahun dan itu langkah yang besar. Banyak orang-ornag yang tidak menyukainya. Bagian terburuk adalah komentar negatif dari dunia maya. Aku mencoba mengacuhkannya karena mereka tidak tahu aku yang sebenarnya,” imbuh remaja yang namanya masuk dalam berbagai media internasional ini.

Perjuangan masuk sekolah balet

Perjuangan Stephanie menjadi hijabers pertama yang melakukan balet dimulai di 2016 lalu. Kala itu ia mengadakan kampanye sekaligus menggalang dana di situs projek pengumpulan uang untuk masyarakat muslim yang menginspirasi, LaunchGood. Stephanie berharap bisa mengumpulkan uang 10.000 AUD atau sekitar Rp 100 jutaan untuk membuktikan bahwa agama tidak menjadi penghalang meraih kesuksesan di bidang seni pertunjukan.

Perjuangannya berujung manis, pengumpulan dana itu membawanya lebih dekat untuk menjadi penari balet profesional. Bahkan sukses meraih angka 75.000 AUD atau sekitar 750 juta yang lalu ia gunakan untuk msuk ke sekolah balet di tahun ini.

Meski berbeda dengan penampilan penari balet lain karena hijabnya, Stephanie justru merasa beruntung memiliki perbedaan yang membuatnya unik.

“Aku merasa luar biasa, istimewa dan unik. Ada pula penari balet profesional yang memujiku. Menyukai apa yang aku lakukan dan penampilanku,” lanjut gadis yang menyukai tarian balet Sleeping Beauty dan The Nutcracker.

Stephanie mengungkapkan bila sekarang ia memiliki satu impian besar lainnya. Setelah menjadi penari balet profesional nanti, dia bercita-cita untuk membuka studio balet miliknya sendiri.

“Aku ingin membuat sebuah perusahaan, studio balet profesional. Sekolah ini terbuka untuk semua ras dan agama, jadi mereka bisa mengejar mimpinya,” pungkas Stephanie.

Sumber: https://wolipop.detik.com/read/2017/03/22/163531/3453973/1634/mengenal-stephanie-kurlow-penari-balet-berhijab-pertama-dari-australia

admin admin



Tentang Kami

suryakata.id adalah platform pemberitaan kabar baik dari berbagai pelosok wilayah Ibu Pertiwi. Bertujuan untuk menyalurkan semangat baik, untuk terwujudnya paradaban masyarakat yang cerah dan menggembirakan



Ikuti Kami




Berlangganan

[contact-form-7 id=”2056″ title=”Newsletter form”]