Berbagi Inspirasi, Mencerahkan Peradaban

Pelajar Muhammadiyah Palembang Rubah Budaya Perayaan Kelulusan Corat Coret dengan Bakti Sosial

Sabtu, 5 Mei 2018, para pelajar dari SMK Muhammadiyah 1 Palembang tahun kelulusan 2018 menggelar kegiatan yang bertajuk Aksi Gerakan Pelajar Bersyukur.

Aksi ini juga mendeklarasikan jika para pelajar menolak aksi corat-coret dalam rangka kelulusan tahun 2018.

Kegiatan kali ini dilakukan dalam bentuk Bakti Sosial ke Panti Asuhan Do’a Ibu yang bertepat di Jalan Kemuning, serta Panti Asuhan Cahaya Ummi yg berlokasi di kawasa Seduduk Putih.

Muhammad Rizky Kurniawan selaku koordinator Gerakan Pelajar Bersyukur, berpesan kepada seluruh pelajar di Indonesia, khususnya yang ada di Kota Palembang, agar selalu berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dalam kegiatan yang kreatif dan selalu beramal dalam setiap kesempatan, sehingga nantinya memberikan dampak positif dan bisa dicontoh oleh pelajar-pelajar yang lain, bukan dengan melakukan kegiatan yang tidak ada manfaat dan faedahnya yang berpotensi dicontoh oleh Generasi Pelajar yang selanjutnya.

Para pelajar dari SMK Muhammadiyah 1 Palembang Tahun Kelulusan 2018 membuat Aksi Gerakan Pelajar Bersyukur untuk mendeklarasikan jika para pelajar Muhammadiyah menolak aksi corat-coret dalam rangka merayakan kelulusan tahun 2018.

“Ketika pelajar yang lain sudah terperdaya dengan kesibukan dan lingkungannya, maka sudah sepatutnya kita menyelamatkan pelajar tersebut, harus di motivasi dan diberikan contoh,” ujar Rizki. Selaku koordinator, Rizki juga mengajak para pelajar yang selanjutnya akan merayakan kelulusan, agar segera meninggalkan aksi corat-coret yang tidak ada manfaat nya.

“Banyak yang telah kita lihat di berita-berita di media bahkan televisi, bahwa banyak kejadian berujung maut ketika pelajar merayakan aksi corat coret. Tradisi yang seperti ini sudah sepatutnya untuk kita tinggalkan dan harusnya  kita membuat kegiatan yang lebih baik lagi, sehingga kita bisa menabung untuk tabungan akhirat dan bisa membuat bangga dunia pendidikan di Indonesia, agar setelah tamat sekolah ini kita bisa menjadi generasi indonesia yang cerdas, serta bermanfaat untuk umat.”

“Kita adalah pemimpin Indonesia yang akan mendatang, kalau generasi saat ini baik maka Indonesia kedepan akan baik, dan apabila generasi saat ini buruk maka Indonesia kedepan juga buruk,” ungkap Rizky yang juga aktif di Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini. (*)

Menyantuni anak yatim juga dianjurkan oleh KH. Ahmad Dahlan kepada santri-santrinya, seperti yang ada di dalam Film “Sang Pencerah” yang mengisahkan tentang perjalanan sang pendiri Muhammadiyah. Karena KH. Ahmad Dahlan terinspirasi dari Surah Al-Ma’un, maka Pelajar Muhammadiyah selaku anak didiknya harus mencapai apa yang di harapkan oleh K.H. Ahmad Dahlan, agar kedepan Muhammadiyah lebih bisa terasa dakwahnya,  keberadaannya, serta bisa terus bermanfaat untuk umat.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Tolak Aksi Corat-coret, Pelajar SMK Muhammadiyah 1 Pilih Lakukan Bakti Sosial Rayakan Kelulusan, http://palembang.tribunnews.com/2018/05/11/tolak-aksi-corat-coret-pelajar-smk-muhammadiyah-1-pilih-lakukan-bakti-sosial-rayakan-kelulusan?page=2.

Editor: Ahmad Sadam Husen

 

 

rahmatridham

Rahmat Ridha Mustakim, Grow up with buginese and makassarese culture within. Born in Makassar City, South Sulawesi. Youthfull in Bandung, West Java. A particulary boy with a huge ambition to through dream and improve the world using innovation Technologies approach with Learning, Giving, and Sharing



Tentang Kami

suryakata.id adalah platform pemberitaan kabar baik dari berbagai pelosok wilayah Ibu Pertiwi. Bertujuan untuk menyalurkan semangat baik, untuk terwujudnya paradaban masyarakat yang cerah dan menggembirakan



Ikuti Kami




Berlangganan

[contact-form-7 id=”2056″ title=”Newsletter form”]