MahasiswaOpiniPelajar

Menjadi Peka Sosial dengan Aktif Berorganisasi

Dihadapan 300 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan masa ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Agama Islam, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Najih Prastiyo mengajak mahasiswa untuk menjadi agen kontrol dan agen perubahan. Sehingga mahasiswa harus peka terhadap isu-isu sosial menyangkut perihal kebangsaan dan kaum-kaum marginal.

“Mahasiswa harus peka terhadap permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Melalui aktif di organisasi kemampuan analisis untuk peka itu dapat diasah”, ungkap Najih.

Peka sosial itu tidak melulu melakukan aksi demonstrasi, namun juga dapat diartikan untuk mampu membaca tanda-tanda apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. “Kita sudah memasuki revolusi industri 4.0. Apa artinya? Kemampuan berpikir kita harus berjalan beriringan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi. Kita harus mampu mengintegrasikan pengetahuan dengan skill. Skill didapat dari berorganisasi”, lanjut Najih.

“Bagi saya, kepekaan sosial itu tidak bisa didapatkan hanya dari sekedar kuliah di kelas saja. Saya mendapatkannya melalui organisasi yang memberikan ruang bagi saya untuk mengembangkan diri. Silakan bagi setiap mahasiswa untuk berproses aktif di organisasi. Apapun organisasinya, selama organisasi itu bukan merupakan organisasi yang terlarang di NKRI”, imbuhnya.

Dalam kesempatan itu pula, Najih memberikan selayang pandang mengenai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. “Ini untuk memotivasi adik-adik agar semangat kuliah serta berorganisasi. Apalagi memilih Universitas Muhammadiyah sebagai tempatnya menimba ilmu. IMM adalah organisasi kemahasiswaan yang paling tepat untuk diikuti di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dengan tidak menutup diri juga pada perguruan tinggi negeri dan swasta diluar itu”, ungkap calon Magister Hukum ini. (Irul).

Dilansir dari redline.id (sumber: https://www.redline.id/ketua-dpp-imm-menjadi-peka-sosial-dengan-aktif-berorganisasi/)

Related posts
Opini

BJ. Habibie Diantara Agama, Negara dan Teknologi

Opini

Habibie dan Keputusan Politik 1998

Opini

Mengenal Kuntowijoyo dan Pemikirannya

MahasiswaPelajar

Peduli Anak Jalanan Bersama KPAJ Makassar