Berbagi Inspirasi, Mencerahkan Peradaban

Komunitas Sego Bungkus, Berbagi Nasi Belajar Peduli

Jakarta – Jalanan Surabaya mulai terlihat sepi saat jam menunjukkan sekitar pukul 11 malam. Sekelompok anak muda berpencar di jalanan. Mereka membagi tugas membagikan nasi bungkus sepaket dengan minuman.

Setiap anak menghampiri orang-orang yang tidur di pinggir jalan dan membangunkannya untuk memberikan makanan yang mereka bawa. Tim d’Youthizen Surabaya ikut dalam kegiatan ini, melihat langsung apa yang dilakukan mereka.

“Pak, maaf mengganggu waktu tidurnya. Ini ada makanan buat bapak,” kata I Made Arga, pendiri komunitas Sego Bungkus alias Sebung membangunkan seorang pria tua pengayuh becak yang sedang tidur di becaknya.

Orang tua tersebut terbangun mengucek matanya dan menerima bungkusan berisi nasi dan air mineral seraya berterima kasih dan mengucap syukur.

Komunitas Sebung rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat malam. Kegiatan ini bermula dari hobi keluyuran malam-malam pendirinya, Arga.

“Aku orangnya insomnia dan sering keluyuran malam-malam. Dari sana aku sering nyasar-nyasar ke tempat -tempat yang banyak orang tidur di jalanan. Aku jadi tahu ternyata di Surabaya masih banyak yang kaya gitu,” kenang Arga.

Ketimbang keluyuran tak jelas, Arga terpikir untuk memberi kisah berbeda. Dia kemudian berinisiatif membeli beberapa bungkus nasi goreng dan diberikan kepada orang-orang yang tidur di jalanan.

“Waktu itu aku beli lima bungkus nasi goreng. Salah satunya aku kasih sama ibu-ibu yang tidur di gerobak dekat tempat sampah,” Arga mengenang pertama kali dirinya mulai terpikir membagikan nasi.

Rupanya, kegiatan ini membuatnya ketagihan. Bahkan, teman-temannya pun ketularan ketagihan melakukannya. Lama kelamaan, dari cerita mulut ke mulut, semakin banyak orang tergerak bergabung.

“Sasaran kita sebenarnya bukan orang yang dikasih makan tapi orang-orang yang memberi makan. Esensi dari komunitas ini adalah membuka mata kita untuk peduli dan mau berbagi dari hal kecil karena setiap orang bisa melakukannya,” kata Arga.

Esensi ini sepertinya tercapai. Vanda Kemala, salah satu pegiat Sebung, mengaku ketagihan berbagi.

“Aku kaya ketampar. Lihat sendiri secara langsung di Surabaya banyak orang gak punya rumah. Membuat diri jadi lebih bersyukur karena masih banyak yang tidak seberuntung kita,” kata Vanda.

Ada satu hal berkesan dirasakan Vanda dari rutin berbagi nasi bungkus. Vanda akan selalu mengingat seorang nenek dengan kucing yang pernah ditemuinya.

“Nenek itu tidur beralas kardus di emperan toko. Dia tidur dengan kucing. Ketika makan nasi yang dikasih itu dia berbagi sama kucing. Nenek itu mengajarkan saya bahwa dalam kondisi kekurangan pun kita bisa berbagi,” kenang Vanda.

Cerita Vanda hanya salah satu dari sekian banyak pengalaman berharga yang didapatkan anggota komunitas ini. Banyak suka duka mereka alami, mulai dari dipalak preman, sampai cerita lucu dikejar waria. Semua itu mereka lalui dengan kekompakan dan saling menjaga agar setiap anggota aman serta kegiatan berlangsung lancar.

Sejak digagas di 2012, sudah ratusan anggota tergabung dengan komunitas Sebung. Mereka adalah relawan yang sukarela membantu dan menyumbang. Dalam sekali kegiatan, rata-rata ada 200 nasi bungkus dibagikan.

“Memang tidak tentu jumlahnya. Tapi rata-rata 200-an bungkus. Kadang saat dekat-dekat hari Jumat tiba-tiba ada donatur bisa sampai 400 bungkus dan kita kadang kebingungan memetakan penerimanya yang membutuhkan,” kata Arga.

Itu sebabnya, ke depannya, Arga ingin pengumpulan data orang-orang yang dibagi nasi bisa lebih rapi dan sistematis melalui datafikasi. Dari sana, Arga dan timnya akan lebih mudah memetakan akan ke mana Sebung selanjutnya.

“Kegiatan ini jadi alasan kami berkumpul gak sekadar nongkrong, kami bertukar pikiran untuk ide-ide next-nya. Dengan data tadi kita bisa tahu bagaimana dampaknya lalu akan buat apa. Inginnya, kami juga memberdayakan mereka sehingga dampaknya berkelanjutan,” tutupnya.

rahmatridham

Rahmat Ridha Mustakim, Grow up with buginese and makassarese culture within. Born in Makassar City, South Sulawesi. Youthfull in Bandung, West Java. A particulary boy with a huge ambition to through dream and improve the world using innovation Technologies approach with Learning, Giving, and Sharing



Tentang Kami

suryakata.id adalah platform pemberitaan kabar baik dari berbagai pelosok wilayah Ibu Pertiwi. Bertujuan untuk menyalurkan semangat baik, untuk terwujudnya paradaban masyarakat yang cerah dan menggembirakan



Ikuti Kami




Berlangganan

[contact-form-7 id=”2056″ title=”Newsletter form”]