Berbagi Inspirasi, Mencerahkan Peradaban

Dian Sastro Bangkitkan Pendidikan Untuk Anak Perempuan, Lewat Yayasan Dian Sastrowardoyo

Nama Dian Sastrowardoyo pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Namanya mulai dikenal sejak ia berperan sebagai Cinta pada film Ada Apa Dengan Cinta pertama pada tahun 2002 lalu. Tak hanya cantik dan pandai berakting, Dian Sastro juga dikenal sebagai sosok yang cerdas dan kritis. Hal ini juga tersirat dari karakter yang ia perankan dalam beberapa film. Seperti saat ia memerankan sebagai sosok Kartini dalam film Kartini garapan sutradara ternama Hanung Bramantyo. Jiwa Kartini seolah-olah memang telah hidup di dalam diri Dian Sastro. Kartini yang sangat peduli dengan pendidikan untuk perempuan telah hidup kembali dalam diri Dian Sastro.

Menggagas Yayasan Sosial

Selain sebagai aktris, perempuan kelahiran 16 Maret 1982 ini juga dikenal sebagai seorang aktivis sosial. Melalui sebuah yayasan yang ia dirikan bersama sang ibundanya Dewi Parwati Setyorini, Dian Sastro ingin membangun sebuah pendidikan yang layak untuk kaum perempuan. Yayasan Dian Sastrowardoyo atau YDS berdiri pada tahun 2009 karena kepeduliannya pada dunia pendidikan di Indonesia. Yayasan itu berfokus pada perempuan karena seseungguhnya mereka memiliki keinginan kuat untuk belajar dan berjuang.

Semangat dalam Aktualisasi Diri

Mengutip sebuah tulisan Dian Sastro pada laman kitabisa, “If you teach a man, you teach a person. But if you teach a woman, you teach a generation”. (Jika kamu mengajar seorang pria, kamu hanya mengajar seorang manusia. Tapi jika kamu mengajar seorang perempuan, itu artinya kamu telah mengajar satu generasi) Kutipan di atas ditulis Dian Sastro ketika ia mengkampanyekan penggalangan dananya untuk Beasiswa Dian Sastro.

Beasiswa ini nantinya akan disalurkan kepada para anak perempuan Indonesia yang berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki keinginan kuat untuk belajar.

Quotes Dian Sastrowardoyo

Melalui yayasannya ini ibu dari dua anak ini ingin mengajak semua orang berkontribusi sebagai agen perubahan Indonesia.

rahmatridham

Rahmat Ridha Mustakim, Grow up with buginese and makassarese culture within. Born in Makassar City, South Sulawesi. Youthfull in Bandung, West Java. A particulary boy with a huge ambition to through dream and improve the world using innovation Technologies approach with Learning, Giving, and Sharing