Opini

BJ. Habibie Diantara Agama, Negara dan Teknologi

Rabu, 11 Maret 2019, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yakni Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie yang dimana beliau memiliki banyak jasa kepada negara ini. Penulis mengerucutkan pada bahasan politik, agama dan teknologi sebab menurut penulis hal itulah yang dapat menggambarkan sosok mendiang BJ. Habibie.

Pertama-tama penulis ingin mengawali tulisan ini dengan bahasan kontribusi Habibie dalam perkembangan politik di Indonesia.

Pada saat Habibie menduduki jabatan Presiden Republik Indonesia yang ke-3, walaupun dengan jangka waktu yang sangat singkat, banyak produk-produk politik yang dihasilkannya, salah satunya reformasi dan demokrasi yang memberikan banyak dampak positif bagi Indonesia.

Selain itu, terbentuk juga undang-undang kebebasan pers yang sampai saat ini kita rasakan bentuknya sehingga sinkronisasi informasi antara pemerintah dan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Sebagai seorang muslim, mendiang BJ Habibie juga mencerminkan kepada kita semua agar dapat saling menghormati dan bertoleransi walaupun ada perbedaan ditengah-tengah kita.

Saat beliau menduduki pemerintahan, ia menghapus istilah pribumi dan non-pribumi yang bertujuan agar masyarakat asli Indonesia dengan masyarakat Tionghoa dapat bergandengan tangan untuk memajukan negara Indonesia.

Beliau juga merupakan muslim yang taat. Ia pernah memberikan pernyataan mengenai pentingnya menuntut ilmu agama saat ia berada di Kairo pada 8 Januari 2017, yakni, “saya diberikan kenikmatan oleh Allah SWT ilmu ‘technology’ sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk ummat. Kalau saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu agama. Pernyataan tersebut melambangkan sosok BJ. Habibie yang sangat religius.

Sebagai bapak teknologi, tentu saja BJ. Habibie menyumbang kontribusi besar pada bidang teknologi. Banyak hal-hal baru yang beliau berikan pada negara kita tercinta yakni dibangunnya pabrik pesawat terbang yang kita kenal dengan nama perusahaan PT. Dirgantara Indonesia.

Tidak hanya pabrik pesawat, ia juga membuat pabrik kapal laut serta kereta api.

Dengan semangat yang sangat berapi-api, beliau berharap agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar atau konsumen dari produk-produk teknologi akan tetapi menjadi negara produsen dari produk-produk teknologi yang dapat dinikmati, tidak hanya masyarakat Indonesia tapi dunia Internasional pun ikut merasakan manfaat dari karya-karya anak bangsa.

Penulis mengutip pernyataan dari sosok pengusaha besar, Erick Thohir, ia mengatakan bahwa, ”kita sebagai anak bangsa harus menjadikan sosok BJ. Habibie sebagai inspirasi yang mampu menguasai bidang sains dan teknologi,” tujuannya, agar negara kita Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain. Manfaat dari berkembangnya teknologi inilah yang mampu memajukan ekonomi serta kemandirian suatu negara khususnya negara kita tercinta Indonesia.

Penulis akhiri tulisan ini dengan kalimat selamat jalan bapak BJ. Habibie karya dan jasamu akan tetap kami kenang selamanya.

Penulis: Zaki F Rahim

Related posts
Opini

Habibie dan Keputusan Politik 1998

MahasiswaOpiniPelajar

Menjadi Peka Sosial dengan Aktif Berorganisasi

Opini

Mengenal Kuntowijoyo dan Pemikirannya