KemasyarakatanKepemudaan

Andrew Darwis, Dari Tinggal Kelas Hingga Dirikan KASKUS

Andrew Darwis, Founder KASKUS

Suryakata.id – Hampir seluruh orang di Indonesia yang merupakan seorang pengguna aktif internet pasti sangat mengenal dengan namanya Kaskus. Kaskus yang merupakan singkatan dari kata ‘Kasak Kusuk’ ini memiliki arti secara garis besar ialah berbisik – bisik di sebuah forum online di internet dengan anggota hingga mencapai ratusan ribu atau bisa lebih dari jutaan orang. Menjadi salah satu website terbesar, membuat Kaskus sempat ditawar dengan harga yang sangat tinggi oleh seseorang namun ditolaknya oleh si pendiri, Andrew Darwis.

Sedikit Mengulas Kaskus

Kaskus merupakan sebuah forum atau komunitas yang menyediakan banyak sub-tema dengan berbagai kategori dimana para anggotanya dapat menuliskan atau mengunggah informasi dan para member lainnya dapat memberikan komentar seperti halnya forum online pada umumnya. Sesama member dari forum Kaskus bukan hanya bisa mengirimkan pesan secara pribadi saja, tapi juga bisa memberikan rating baik atau buruk yang akan ditampilkan pada profil yang menerima. Namun, untuk bisa mendapatkan fasilitas pemberian rating tersebut, Anda harus menjadi member yang sangat aktif.

Forum yang sangat terkenal pada tahun 2000-an hingga saat ini. Kebanyakan orang tentunya mengenal kaskus karena forum jual beli (FJB) yang disediakan kaskus. Pada masa itu, disaat toko – toko online masih sangat minim di Indonesia, kaskus menjadi media bagi orang – orang yang ingin membeli ataupun menjual berbagai macam barang, mulai dari t-shirt sampai sampai barang atau produk yang mahal seperti mobil dan rumah. Selain forum jual beli (FJB), kaskus juga sangat terkenal dengan Lounge nya dimana para user mengunggah hal – hal acak mulai dari cerita sedih, lucu, gambar – gambar lucu, fakta unik dan lainnya.

Walaupun untuk membeli dan menjual ataupun berinteraksi dalam forum ini Anda harus membuat akun, namun jika Anda hanya ingin menjelajah forum ini dan melihat hal – hal unik seperti di kaskus lounge, maka Anda tidak perlu memiliki akun. Kegiatan menjelajahi kaskus baik menggunakan akun ataupun tidak ini menciptakan istilah populer yaitu ‘ngaskus’.

Andrew Darwis
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Andrew Darwis adalah pendiri forum raksasa kaskus yang pada saat itu hanya bermodalkan uang receh sejumlah Rp30 ribu saja. Bagi Anda yang belum mengetahui atau mengenal, yuk, simak kisahnya berikut ini!

Sempat Tinggal Kelas

Andrew Darwis adalah anak kedua dari empat bersaudara. Kesuksesannya membangun Kaskus, siapa yang akan menyangka kalau pada masa kecilnya ia pernah tinggal kelas ketika duduk di Sekolah Dasar (SD) Tarakanita Pluit, Jakarta. Ulahnya yang cenderung nakal menjadi alasan utama Andrew harus tertinggal satu tahun dari teman sebayanya.

Hal ini sempat membuat Andrew merasa minder dan terkadang mengurung diri. Bahkan, dirinya pernah bilang kalau temannya tidak banyak melainkan hanya sedikit dan bisa dihitung oleh jari. Walaupun begitu, Andrew tetap fokus menempuh pendidikan di sekolah tersebut hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Memiliki Ketertarikan akan Teknologi Sejak Kecil

Ayah dari Andrew adalah seorang ahli elektronika di salah satu perusahaan infrastruktur yang berfokus pada pipa. Karena memiliki keingintahuan yang tinggi dan cenderung kreatif, sejak kecil Andrew sudah mulai suka membongkar dan memperbaikinya lagi berbagai barang elektronik seperti radio.

Pertama kalinya pria yang lahir pada 20 Juli 1979 ini mengenal internet disaat dirinya memasuki usia remaja. Saat itu, pada 1997 dimana Andrew masih menjalani pendidikan di Sekolah Menengah Atas di Gandhi National School.

Penggunaan internet pada masa itu kebanyakan masih menggunakan saluran telepon, sehingga tidak semua orang bisa mengakses internet dan hanya orang yang memiliki telepon saja yang bisa menggunakan internet. Saluran telepon yang digunakan dari PT. Telkom sebagai penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia menawarkan penggunaan internet melalui jaringan teleponnya yang dinamakan Telkomnet Instan.

Dengan kecepatan internet yang sangat terbatas saat itu, Andrew benar-benar memanfaatkan internet untuk mencoba hal-hal yang positif hingga akhirnya berhasil menciptakan sebuah web pribadi miliknya.

Menempuh Pendidikan Sesuai Minat

Sehubung sejak kecil minatnya terhadap bidang teknologi sangat tinggi, Andrew memilih untuk menempuh pendidikan sesuai dengan minatnya tersebut. Setelah lulus dari SMA Gandhi National School pada 1998, Andrew kemudian memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Universitas Bina Nusantara dengan jurusan Sistem Informasi, Ilmu Komputer.

Namun, pria yang penuh kreativitas ini tidak menyelesaikan pendidikannya di Universitas Bina Nusantara hingga tuntas, melainkan pindah universitas ke Amerika Serikat. Ini berkat bujuk rayu sahabat – sahabatnya tersebut memang sedang menjalani pendidikan di negeri Paman Sam. Mereka berusaha membujuk Andrew karena melihat potensinya dengan menceritakan berbagai fasilitas yang akan didapatkannya jika memutuskan untuk menempuh pendidikan di Amerika Serikat, terutama di bidang teknologi.

Kuliah di Amerika Serikat

Mendapatkan berbagai bujukan dari teman – teman dekatnya yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat tentunya membuat hasrat dari dalam diri Andrew menggebu – gebu. Bagaimana tidak, segala fasilitas dan pendidikan yang ia inginkan sangat tersedia di sana. Namun sayangnya, mimpi tersebut sangat sulit digapai olehnya.

Andrew dan orang tuanya ternyata tidak memiliki cukup biaya untuk menempuh pendidikan Amerika. Pada akhirnya, ia meminjam uang untuk biaya kuliah di sana kepada pamannya yang merupakan pengusaha mebel yang dulu pernah ia bantu dalam membuat sebuah web promosi. Jadilah Andrew masuk dan resmi menjadi mahasiswa dari Art Institute of Seattle jurusan Multimedia & Web Design.

Menciptakan Kaskus

Pada masa perkuliahannya di Seattle, Amerika Serikat, Andrew tetap berusaha untuk fokus pada pendidikannya walaupun memiliki beberapa kesibukan lainnya. Salah satu melakukan pekerjaan paruh waktu (part-time job) di beberapa tempat seperti restoran cepat saji dan sebuah percetakan (fotokopi).

Hal tersebut dilakukan Andrew sesuai dengan perjanjiannya terhadap orang tuanya bahwa ia akan diberi ijin untuk berkuliah diluar negeri asalkan biaya hidup akan ditanggung oleh Andrew sendiri. Tidak patah semangat, Andrew akhirnya dapat tetap melanjutkan pendidikan dengan baik walaupun harus bekerja sampingan.

Pada 1999, dosennya memberikan sebuah tugas membuat situs sendiri. Kemudian, Andrew memutuskan untuk membuat sebuah situs komunitas dimana para usernya dapat saling berbagi informasi. Dengan bermodalkan 3 dollar Amerika Serikat atau sekitar 30 ribu Rupiah untuk menyewa server, terciptalah sebuah situs bernama Kaskus yang diambil dari kata ‘kasak – kusuk’ melalui tangan Andrew.

Pada awalnya, kaskus ditujukan untuk para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Seattle yang ingin berbagi informasi ataupun mengunggah berbagai macam hal dan berita seputar Indonesia demi menghilangkan rasa rindu akan kampung halaman mereka. Namun, situs tersebut dinilai sebagai sebuah situs yang potensial oleh dosen – dosen Andrew dan para mahasiswa lainnya. Mulai dari situ, Andrew berusaha membuat kaskus tidak hanya menjadi sekedar ‘tugas kuliah’ tapi justru dikembangkan lebih bagus lagi.

Andrew pertama kali mengembangkan kaskus bersama kedua sahabatnya, Ronald Stephanus dan Budy Dharmawan untuk membuat situs tersebut menjadi lebih rapi dan ciamik. Seiring berjalannya waktu, kedua sahabatnya tersebut memutuskan untuk berpisah jalan dengan Andrew namun tetap mendukungnya. Mulai dari situ, Andrew mengembangkan kaskus seorang diri hingga memperbaiki server yang down. Lintas negara bukan menjadi halangan buat Andrew demi mewujudkan website yang ia kembangkan.

Menjadi Kaskus yang Populer

Semua kerja keras dan ketekunan Andrew ternyata berbuah hasil yang gemilang. Memilih jalan hidup sesuai passion yang dimiliki memang memacu orang untuk berusaha lebih dalam upaya meraih kesuksesan. Dari sebuah tugas perkuliahan, dari seorang mahasiswa yang harus meminjam uang untuk berkuliah dan bekerja paruh waktu demi menyambung hidup, Kaskus kini menjadi sebuah situs besar dengan jutaan pengguna dan tentunya sudah mempekerjakan banyak karyawan. Melalui situsnya tersebut, Andrew meraih banyak penghargaan seputar inovasi dari berbagai macam pihak, salah satunya pemerintah Indonesia.

Passion Pondasi yang Kuat dalam Berkarier
Ketekunan dan kerja keras Andrew memang patut dijadikan inspirasi bagi Anda untuk terus berusaha menjadi lebih dan lebih sukses lagi. Bukan itu saja, ini juga berkat passion kuat yang ada pada dalam dirinya sejak kecil, sehingga mendorong untuk berbuat lebih maksimal untuk menggapai mimpinya.

Untuk itulah, bagi Anda yang saat ini masih bingung dalam merintis karier sebaiknya segera temukan passion dan mulai merintisnya dari nol. Hal ini tidak akan membuat Anda terlambat dalam mencapai kesuksesan, justru akan menuntun Anda untuk hidup yang lebih sukses di masa mendatang.

Dilansir dari: https://www.cermati.com/artikel/kisah-inspiratif-andrew-darwis-pendiri-forum-kaskus-dengan-modal-30-ribu-rupiah

Related posts
KepemudaanMahasiswa

Kolaborasi Kebahagian Untuk Kabupaten Bandung Berkemajuan

KemasyarakatanLipsus Kolaborasi

Membumikan Risalah Pencerahan, AMM Kabupaten Bandung gelar Spirit Of Ramadhan

KemasyarakatanKepemudaanWanita

Ada apa tanggal 1 Mei? Siapa itu buruh?

KemasyarakatanWanita

Mengenang Marsinah, Pahlawan Buruh Era Orde Baru