MPR RI AJAK MAHASISWA MUHAMMADIYAH KRITIS TERHADAP KEBIJAKAN NEGARA

0
35

Jakarta – Jelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cirendeu menyelenggarakan kegiatan Diklat EKOPOLITOR (Ekonomi Politik dan Organisasi), Kegiatan yang diawali dengan Sosialisasi Empat Pilar ini bekerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Universitas Muhammadiya Jakarta mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Mempertahankan Nilai-nilai Pancasila untuk Menjaga Kedaulatan Ekonomi Politik di Indonesia”, Kamis (9/11).

Dalam Sambutan Ketua Umum PC IMM Cirendeu Rio Rizki Pratama mengungkapkan kegelisahannya atas fenomena sosial di negeri ini. Ia menilai, bangsa Indonesia kalah saing dengan bangsa lain dalam hal penguasaan aset negeri. Kondisi ini menurutnya sangat memprihatinkan.

Untuk itu, ia mengajak pemuda dan mahasiswa saling berikhtiar mengawal pemerintahan dalam menjalankan Pancasila dengan baik dan berkeadilan bagi bangsa Indonesia.

“Maka dari itu, kita sebagai pemuda dan mahasiswa tegas menyatakan kepada petinggi-petinggi republik ini, bahwa mahasiswa akan selalu berdiri di garda terdepan untuk mengawal pemerintahan untuk menjalankan Pancasila dengan baik, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus segera benar-benar diwujudkan,” ujar Rio.

“Inilah ikhtiar kami menjalankan agenda Sosialisasi Empat Pilar bersama MPR RI, untuk menumbuhkan semangat anak bangsa untuk selalu berada di garda terdepan untuk mengawal NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan itu, anggota MPR RI Drs. H. Irgan Chairul Mahfiz, M.Si mengajak para mahasiswa untuk bijak dan lebih mengedepankan daya kritis dalam menyikapi permasalahan bangsa hari ini. Irgan juga mengimbau agar mahasiswa berdikari dan tidak memihak kelompok tertentu.

“Peran mahasiswa harus mampu mengkritisi realita bangsa Indonesia sekarang. Seperti, kenapa ketimpangan ekonomi ini semakin terlihat? Mahasiswa harus tetap independen dan tidak berpihak kepada salah satu pihak,” papar Irgan kepada ratusan mahasiswa.

Politisi PPP ini menyatakan, mahasiswa memiliki peran vital untuk mengawasi jalannya pemerintahan. “Mahasiswa bukan objek, mahasiswa itu sebagai subjek atau pelaku yang memang punya hak untuk mengadvokasi bangsa ini supaya berjalan dengan benar. Makanya kontrol mahasiswa itu sangat penting,” pungkasnya.