Membuka Simpul Otak Manusia

0
99

Oleh : Ayu Nur Kumala Sari ( Ketua Bidang Riset Pengembangan dan Keilmuan PC IMM Cirendeu)

Suryakata.id – Tubuh manusia terdiri atas organ yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Agar organ tubuh tersebut dapat bekerja dengan baik perlu adanya pengaturan atau koordinasi melalui sistem saraf yang berperan sebagai iritabilitas. Iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.
Otak merupakan suatu organ tubuh yang menjadi pusat perintah atau pengatur atas segala gerakan yang dibuat oleh tubuh. Otak memiliki miliyaran sel saraf yang saling berhubungan seperti halnya sebuah simpul pada sarang laba-laba. Pada simpul tersebut merupakan perwujudan dari jaringan saraf yang berhubungan dengan setiap bagian tubuh.
Perkembangan otak disebut berhenti setelah usia 18 tahun, tetapi kapasitas daya nalar dan kemampuan berpikir yang dimiliki seseorang terus merentang sesuai dengan stimulasi yang diberikan. Rangsangan asupan nutrisi dan latihan kemampuan berpikir melalui pembelajaran dapat menjadi sarana tambahan gizi otak. Kapasitas otak tentu berbeda dengan batas kemampuan otak maka dari itu perlu adanya mengoptimalkan fungsi otak adalah suatu keharusan jika ingin mengeluarkan potensi yang ada di dalam diri. Menulis adalah salah satu cara stimulus yang baik untuk membuka simpul yang ada pada otak karena dengan menulis dapat mengembangkan kapasitas otak. Dengan menulis dapat meningkatkan kemajuan otak kanan dan memiliki kualitas berfikir cepat sehingga mampu menghadapi masalah apapun. Kesulitan seorang penulis ketika akan melakukan pembuatan karya literasinya yaitu pada saat di benak seseorang merasa ide-ide kreatif bermunculan akan tetapi kesulitan dalam menuangkannya di atas kertas, untuk mengatasi kesulitan tersebut yaitu dengan mengaktifkan otak kanan dalam hal penuangan ide-ide yang ada di otak ke dalam kertas kemudian otak kiri akan bekerja dengan cara memperbaiki sebuah tulisan seperti melihat padu padan sebuah kalimat apakah tepat digunakan untuk tulisan tersebut, melihat kembali tulisan apabila terjadi salah ketik, memfokuskan apabila topik yang dibahas dalam suatu tulisan melebar.
Menulis merupakan hal yang penting dalam penerapan kultur intelektual yang harus dimiliki oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi kaum terpelajar seperti halnya mahasiswa. Di mana otak akan bekerja dan berfikir dengan menuangkan ide-ide atau gagasan kreatif. Apabila otak tidak difungsikan dengan baik maka simpul-simpul saraf yang ada di dalam otak manusia tidak akan terbuka. Akibat otak tidak difungsikan dengan baik akan timbul beberapa penyakit seperti Alzheimer dimana penyakit ini memiliki kondisi kelainan yang ditandai dengan terjadinya penurunan kemampuan berpikir, penurunan daya ingat dan perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan pada otak.
Sudah menjadi keharusan dari zaman dahulu hingga saat ini bahwa kaum intelektual khususnya di kalangan mahasiswa maupun pelajar mempunyai hobi menulis agar tidak terkena penyakit Alzheimer dan sebagaimana telah dianjurkan dalam hadist “ Ikatlah ilmu dengan tulisan” (Silsilah Ahadist Ash Shahihah no. 2026). Dari hadist tersebut dijelaskan bahwa apabila seseorang mencatat sebuah ilmu dengan tulisan maka ingatan akan ilmu tersebut tidak akan lupa.
Satu hal yang pasti, bahwa aktifitas otak merupakan wujud dari hal yang luar biasa atas anugerah yang diberikan oleh Sang Pencipta bagi makhluk-Nya untuk selalu bersyukur dan mempergunakan sebaik mungkin dalam kerangka ibadah secara vertikal maupun horizontal. Maka, mulai saat ini pergunakan otak anda secara bijak, karena otakmu adalah ukuran siapa dirimu.(red)