Mengenai do’a sesudah Shalat Dhuha, fatwa tarjih telah menelusuri kitab-kitab fikih dan kitab-kitab hadist, dan sepanjang penelusuran memang tidak ditemukan adanya hadist yang menerangkan atau mengajarkan lafal-lafal atau doa-doa tertentu setelah selesai menunaikan Shalat Dhuha. Demikian juga kami telah meneliti kitab hadist Nashiruddin Albani yang berisikan hadist-hadist daif versi beliau, yaitu kitab Silsilah al-Da‘ifah dan kitab-kitabnya yang lain.

Namun demikian, jika yang dimaksud adalah pendapat Albani tentang hadis Shalat Dhuha lainnya, memang terdapat sejumlah riwayat yang ia anggap daif jiddan (lemah sekali) atau bahkan maudu’ (palsu). Misalnya hadist yang menjelaskan bahwa “Di surga ada satu pintu yang bernama pintu “ad-Dhuha” yang hanya bisa dimasuki oleh orang yang menjaga Shalat Dhuhanya” (Silsilah al-Da‘ifah, jilid I, hal 569)

Adapun do’a dengan lafal “Inna Dhuha Dhuha-uka, wal-baha-u baha-uka, wal-jamalu jamaluka, wal-quwwatu quwwatuka, wal-qudratu qudratuka, wal-‘ushmatu ‘ushmatuka”, bukanlah doa yang berasal dari Nabi Muhammad saw, melainkan do’a yang dimunculkan pertama kali oleh ahli hukum (fuqaha), seperti oleh asy-Syarwani dalam Syarh Minhaj dan ad-Dimyati dalam I’anatut-Thalibin.Keduanya pun sesungguhnya tidak menyebut doa ini berasal dari hadist Nabi Muhammad saw.

Dengan demikian, seorang yang selesai melaksanakan shalat Dhuha, ia dapat melafalkan do’a apa saja yang baik tanpa harus terikat dengan lafal yang dianggap berasal dari Rasulullah saw untuk Shalat Dhuha. Firman Allah dalam al-Qur’an:

……اللَّهَ فَاذْكُرُوا الصَّلَاةَ قَضَيْتُمُ فَإِذَا

Artinya: “Jika kamu telah menunaikan Shalat, maka berzikirlah (ingatlah) Allah…” [QS.an-Nisa’ (4): 103]

. وَأَصِيلًا بُكْرَةً وَسَبِّحُوهُ .كَثِيرًا ذِكْرًا اذْكُرُوا الَّهَ آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” [QS. al-Ahzab (33): 41-42]

Adapun do’a yang bisa digunakan salah satunya, misalnya adalah do’a yang diajarkan oleh hadist berikut ini, yang artinya :

“Sesungguhnya Rasulullah berlindung (kepada Allah) dari lima hal setelah selesai Shalat. “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari sifat kikir, aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut, aku berlindung kepada Engkau dari dikembalikan kepada umurnya yang paling hina (pikun), aku berlindung kepada Engkau dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada Engkau dari azab kubur”.” [HR. al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan an-Nasai, lafal dari an-Nasai]

Sumber : http://www.fatwatarjih.com/2014/09/doa-sesudah-shalat-dhuha.html?m=1

Foto: Ilustrasi