Dahnil: Khittah Kahayan sebagai Landasan Berpolitik yang Mencerahkan dan Berkemajuan

0
4

PALANGKA RAYA – Fenomena milenial bagi politik Indonesia yang akan terjadi dimasa depan adalah politik yang muncul tanpa pengalaman aktivisme, banyak yang tidak berangkat dari pengalaman aktivis yang sedikit yang akhirnya politik yang muncul itu hanya sebatas fans boy dangirl.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak saat membuka prolog seminar nasional pada Tanwir 2 Pemuda Muhammadiyah, di Hotel Aquarius, Kota Palangka Raya, Selasa (28/11).

Masa depan politik Indonesia, lanjut Dahnil tidak akan mendapatkan pencerahan dan kemajuan apabila para politisinya tidak memiliki nilai-nilai kebangsaan.

Pemuda Muhammadiyah kata Dahnil, untuk mendukung politisi-politisi yang mengedepankan nilai dan menghadirkan nilai kebangsaan, Tanwir Pemuda Muhammadiyah kali ini itu memutuskan satu khittah.

“Khittah itu garis besar panduan yang kami sebut sebagai Khittah Kahayan itu karena itu KalimantanTengah ada Sungai Kahayan maka kami sebut Khittah Kahayan, Khittah Kahayan itu berisi tentang akhlak politik kebangsaan Pemuda Muhammadiyah,” ungkap Dahnil.

Menurut Dahnil negeri ini kekurangan standar akhlak yang tinggi.“Kita bisa dipertotonkan ada orang yang melakukan akrobat hukum yang luar biasa dan semua kita dipertunjukkan dengan praktik itu, jadi seolah-olah nalar ilmiah kita itu dihinakan seolah-olah seluruh rakyat Indonesia bodoh dan tolol sehingga bisa melakukan akrobat yang luar biasa untuk menghindari hukum dan sebagainya kita dipertontonkan setiap hari,” terangnya.

Dia pun menjelaskan bahwa Khittah Kahayan ini punya empat nilai, nilai pertama nilai Ketauhidan.“Mereka-mereka yang percaya dengan adanya Allah SWT itu pasti berbuat sesuatu paham betul bahwasannya kita terus diawasi dalam berpolitik juga dan kita harus mempertanggungjawabkan aktivitas itu kepada Allah atau Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya

Kedua nilai Ubudiyah bahwasannya sesungguhnya apa yang kita lakukan termasuk politik adalah bagian dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT. “Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah jadi semua kegiatan itu termasuk politik adalah ibadah. Berpolitik dalam rangka menjaga agama dan menyiasati dunia jadi harus dipahami akhlak kebangsaan Pemuda Muhammadiyah,” tambah dia.

Ketiga, lanjutnya adalah nilai Kemaslahatan,politik harus digunakan sebagai alat menyejahterakan, mencerdaskan. “Politik harus dihadirkan sebagai alat pencerahan, alat menggembirakan nah itu yang harus didorong oleh para politisi muda Indonesia,” tambah Dahnil.

Terakhir adalah nilai Dakwah, kita sering sekali menyebut diri kita gerakan dakwah amar maruf nahi mungkar, semangat ini harus tetap dibawa dalam ruang-ruang politik.

“Harus paham politik bukan hitam dan putih, atau halal atau haram politik sering sekali berada di ruang tengah, politik harus diposisikan sebagai alat dakwah yang mencerahkan memajukan dan menggembirakan tentu itu yang akan kami sampaikan kepada calon pemimpin muda kita di masa mendatang,” tutupnya. (dzar)

Search: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-12715-detail-dahnil-khittah-kahayan-sebagai-landasan-berpolitik-yang-mencerahkan-dan-berkemajuan.html